Pohon Akasia Sering Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Kertas

Kenapa akasia amat termashyur? Pertama, serat dari kayu akasia sebagai bahan yang sangat cocok untuk membikin kertas serta biasa dipakai untuk membuat kertas tulis, kertas untuk bahan kemasan, serta berbagai model yang lain.


Akasia merupakan tumbuhan pohon jenis semak-belukar dari Afrika. Pohon akasia pertama dideteksi dengan orang pakar botani namanya Carl Linnaeus dari Swedia di tahun 1773. Pohon ini pun kerap didapati di Indonesia. Terlebih lagi akasia menjadi tanaman perkebunan favorit untuk bahan pembuatan pulp serta kertas. Serat dari kayu akasia sebagai materi sangat cocok untuk membikin kertas hvs, dan berbagai kertas lain.


Pohon Akasia Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Kertas


Pohon ini pun termasuk sebagai tumbuhan dengan perputaran panen yang relative cepat. Di area tanah yang hangat, iklim seperti di Indonesia, tanaman ini bisa dipanen dalam saat lima sampai 6 tahun. Semakin cepat kalau dibanding dengan di Eropa. Industri kertas di Eropa harus menunggu selama 25 tahun untuk panen.


Akasia pun menolong membenahi susunan tanah, menghindar berlangsungnya banjir serta tanah longsor. Amat pas di tanam di wilayah berbukit serta gunung. Tetapi, pohon ini pun pas di daratan rendah.


BACA JUGA: Fakta Mutasi Virus Covid-19 yang Penting untuk Diketahui


Pohon akasia dalam ilmu biologi dasar


Pohon akasia mempunyai nama ilmiah Acacia manguium, merupakan pohon besar berbunga yang bisa tumbuh menggapai 30 meter tingginya. Pohon ini punyai tangkai bebas cabang tidak melengkung (lurus) yang panjangnya menggapai lebih pada 1/2 keseluruhan tinggi pohon.


Pohon akasia muda punyai kulit tangkai mulus serta mempunyai warna kehijauan. Seusai masuk usia 2-3 tahun, dapat tampak celah-celah dalam kulit pohon. Di pohon yang udah tua, kulit tangkai dapat mempunyai tekstur kasar, keras, yang bercelah dekat pangkal serta berwarna berganti menjadi  cokelat atau cokelat tua.


Wujud daun akasia yang baru bertunas ialah daun majemuk yang terdiri dalam banyak anak daun. Tetapi seusai beberapa minggu, daun majemuk tidak terjadi serta batang daun dan sumbu pokok tiap-tiap daun majemuk dapat tumbuh lebar serta berganti menjadi  phyllode. Phyllode miliki wujud tulang daun paralel. Panjang daun bisa menggapai panjang 25 cm serta lebar 10 cm.


Bunga akasia terdiri dari bunga-bunga kecil putih atau krem seperti paku. Di saat mekar, wujud bunga akasia seperti sikat botol. Biji akasia mempunyai warna hitam berkilau dengan wujud banyak variasi, seperti longitudinal, elips, oval, sampai lonjong sama ukuran 3-5 mm x 2-3 mm. Biji akasia menempel di polong dengan batang yang mempunyai warna oranye kemerahan.


BACA JUGA: Sayur Kacang Panjang Banyak Manfaatnya Lho, Berikut Penjelasanya!


Tebaran Pohon Akasia


Pohon yang dipanggil pohon duri ini tersebarkan di rimba tropis Australia sisi timur, Papua Nugini, Kepulauan Maluku, dan pelbagai lokasi lain di Indonesia. Akasia pun sukses dikenalkan ke Sabah, Malaysia di tahun 1960 serta negara lain, seperti Bangladesh, Cina, Thailand, India, Filipina, Srilanka serta India.


Sampai tahun 2005, diduga seputar 1.300 spesies akasia tersebarkan di penjuru dunia. Dari keseluruhan itu, seputar 960 spesies sebagai flora asli Australia.



Terimakasih sudah membaca, semoga artikel hijau-pedia kali ini bermanfaat buat kalian. Dan jangan lupa, sayangi bumi kita mulai dari hal yang sederhana, buanglah sampah pada tempatnya!

PARTNER 1  |  PARTNER 2


Posting Komentar

0 Komentar